Tuesday, March 8, 2016

Proses Pembangkitan Tegangan pada Generator 3 Fasa

Listrik sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk semua manusia. Manusia mungkin sudah tidak dapat hidup lagi tanpa listrik. Dalam menciptakan energi listrik tersebut, dibutuhkan sebuah generator set atau bisa disingkat dengan genset. Generator adalah seperangkat alat konversi yang sampai sekarang tetap digunakan untuk mengubah sebuah energi (dapat berupa energi kimia atau kinetic) menjadi energi listrik pada sebuah pembangkit listrik, baik pembangkit tenaga air, tenaga panas bumi, tenaga uap, dan yang lainnya.
Generator yang paling sering digunakan adalah generator AC karena arus AC yang dihasilkan oleh generator tersebut mudah untuk diubah-ubah, baik besar tegangannya diubah maupun bentuknya diubah menjadi arus DC. Dari beberapa jenis generator AC yang ada, generator AC tiga fasa adalah jenis generator yang sering dipakai karena daya yang dihasilkan lebih stabil.

Melalui artikel ini, kami dari tim maintenance genset berharap pembaca dapat memahami secara umum mengenai generator serta proses terjadinya tegangan pada generator 3 fasa.

Pembangkitan tiga fasa dihubungkan dengan cara kerja generator. Pada generator sebenarnya telah terpasang 3 set inductor pada stator, di mana pada ketiga inductor tersebut dipasang dengan beda fasa sebesar 120 derajat. Pada generator tiga fasa ini, telah dijelaskan sebelumnya bahwa terdapat tiga bagian yaitu ada bagian stator dan rotor. Maka pada generator tiga fasa ini, untuk menghasilkan tegangan nominal, tentu dibutuhkan kekuatan magnet pada tiap statornya. Walaupun pada generator tiga fasa, pada stator sudah terdapat medan magnet walaupun nilainya sangatlah kecil.

Pada bagian rotor, rotor memiliki kumparan yang kemudian kumparan tersebut diberikan beda potensial, sehingga pada kumparan akan teralirkan arus hal ini sesuai dengan berlakunya hukum Ohm itu sendiri.
V= I x R

Dimana di sini, ketika ada tegangan,atau beda potensial, maka akan dihasilkannya suatu arus, I dengan hubungan kelinearan tertentu. Selanjutnya, karena terbentuknya arus, akan terbentuknya medan magnet pada rotor menurut persamaan

Lebih lanjut, medan magnet tersebut kemudian akan menghasilkan proses lanjutan berupa pembentukan fluks magnetic. Menurut persamaan
Rotor tersebut kemudian akan digerakkan oleh turbin yang digerakkan dari energi luar seperti energi kinetis dari air terjun, energi panas matahari, atau energi nuklir, dan energi lainnya. Di sini sesuai dan membuktikan prinsip dari generator itu sendiri yaitu untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.

Kemudian, saat rotor berputar, terjadi perubahan sudut, dan menyebabkan terjadinya perubahan fluks magenetik yang ada terhadap tiap satuan waktu yang kemudian pada masing-masing stator akan timmbul GGL Induksi atau gaya gerak listrik. Hal ini kemudian sesuai dengan persamaan
Selanjutnya dari gaya gerak listrik induksi tersebut, akan timbul tegangan dengan beda fasa sebesar 120 derajat. Di sinilah mengapa disebutkan sebagai pembangkit 3 fasa.
Dalam generator tiga fasa, tiga buah stator akan dipasang dalam generator dan setiap stator akan diatur sedemikian rupa sehingga tegangan yang dihasilkan di setiap stator memiliki beda fasa 120ᵒ.

No comments:

Post a Comment