Monday, June 6, 2016

Genset Berbasis Panel ATS (Automatic Transfer Switch)

Untuk beberapa kasus terkadang suplai listrik dari perusahaan negara terputus tanpa pemberitahuan, tentunya hal ini sangat mengganggu bagi Anda yang sedang beraktifitas menggunakan perangkat elektronik dan tidak terdapat sumber listrik cadangan.

Dengan kondisi seperti ini dipastikan genset sudah menjadi kebutuhan yang cukup penting bagi Anda, terlebih ketika listrik dari PLN sering padam secara mendadak. Pengoperasian genset bisa secara manual yaitu ketika arus listrik padam, Anda menyalakan mesin dengan bantuan operator, namun saat ini bisa dengan cara otomatis, yaitu seketika mesin genset menyala ketika arus listrik terputus. Dari sekian banyak komponen yang terdapat dalam sebuah genset, ada baiknya jika Anda mengenal sistem ATS.

Sistem ATS atau Automatic Transfer Switch adalah salah satu sistem yang memungkinkan genset mengalirkan listrik secara otomatis ke beberapa perangkat yang terhubung dengan genset segera setelah listrik PLN padam dan ketika listrik sudah kembali menyala, sistem ATS juga akan memutus secara otomatis listrik genset yang mengalir menggunakan kontak relay, untuk kemudian disuplai listrik oleh jaringan PLN. Jika Anda ingin lebih paham tentang sistem ATS yang terdapat pada sebuah genset, Anda bisa mempelajari 3 bagian utama yang ada pada sistem tersebut, diantaranya:

Bagian 1: Bagian yang pertama adalah bagian detektor yang digunakan untuk mendeteksi apakah listrik yang berasal dari sumber utama (PLN) dalam keadaan mati atau hidup. Dalam bagian ini ada satu jaringan listrik yang digunakan sebagai starter maupun stop yang terhubung secara seri dengan genset maupun listrik utama.

Bagian 2: Bagian yang kedua adalah bagian relay detektor atau blok yang digunakan untuk mendeteksi kekuatan tegangan genset. Ketika listrik utama mati, sinyal akan dikirimkan ke bagian dua untuk menghidupkan penstabil tegangan setelah genset bekerja.

Bagian 3: Bagian yang ketiga berhubungan dengan starter engine atau rangkaian alat listrik yang digunakan untuk langsung menyalakan mesin genset. Karena komponen yang ketiga berhubungan langsung dengan tegangan yang dihasilkan genset untuk menyalakan semua alat listrik, maka agar tegangan yang dihasilkan stabil umumnya ada 2 accu yang dipasangkan dalam kondisi standby.

Meski demikian dari rangkaian yang tersedia diatas, genset tidak akan bertahan lama jika perawatan akan komponen di dalamnya tidak diperhatikan dengan baik.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan terkait perawatan genset pada beberapa komponennya, seperti:

Perawatan komponen baterai
Ketika Anda memiliki sebuah genset yang usianya sudah lebih dari tiga tahun, Anda perlu melakukan pemeriksaan dengan mengukur keakuratan tegangan terminal sekaligus menjaga kebersihan baterai. Anda bisa melakukan pencucian dengan menggunakan larutan baking soda untuk mempertahankan resistensi terminal baterai. Sedangkan untuk mengukur tegangan terminal, Anda bisa melakukan load tester dilakukan setiap starting baterai.

Perawatan komponen pendingin
Ketika Anda ingin seluruh rangkaian komponen genset tetap berfungsi seperti saat pembelian, salah satu cara yang perlu dilakukan adalah merawat komponen pendingin, dimana teknisi yang Anda miliki bisa melakukannya sehari sekali. Setiap selesai digunakan, teknisi bisa mengontrol sisa air radiator dan menambahnya hingga tepat dibawah seal.

Periksa pula komponen kompresi yang akan mengecek apakah aliran udara bisa membersihkan radiator secara langsung atau tidak.

Perawatan klep bahan bakar
Apapun bahan bakar yang digunakan oleh genset Anda, harus dipastikan tidak ada bahan bakar yang tumpah ataupun tercecer. Hal tersebut untuk menghindarkan Anda dari resiko kebakaran maupun resiko korsleting kabel.

Oleh karena itu, saat mengisikan bahan bakar, jangan lupa periksa selang pendingin, pipa bahan bakar, hingga tangki dan penutup bahan bakar. Pastikan tidak ada permukaan yang berkarat ataupun berlubang. Anda juga harus memeriksa elemen saringan udara yang ada agar polusi udara yang dihasilkan genset tidak terlalu tinggi.

Perawatan kabel
Ketika Anda memiliki genset, agar alat ATS dapat berfungsi dengan benar, Anda harus mampu merawat kabel yang ada. Anda harus memastikan kabel sudah terpaku dengan benar ditempatnya dan tidak ada hama tikus atau rayap yang bisa menggerogoti kabel. Karena kabel yang mengelupas memberi resiko korsleting cukup besar dan pastinya berbahaya. pastikan segera dilakukan service genset dengan mengganti kabel yang telah rusak tersebut.

Kontrol pemanasan mesin
Ketika Anda menyalakan mesin, Anda juga harus memeriksa apakah ada gerakan atau getaran mendadak mesin yang terlalu keras. Jika iya, akan lebih baik bila Anda segera mematikan mesin dan mengontrol genset.

Periksa apakah ada kotoran yang menempel atau masalah lainnya. dengan perawatan dan pengontrolan yang dilakukan secara berkala, sistem ATS pada genset akan dapat berfungsi dengan baik dan tanpa masalah.

Sebagai kontrol kapan genset mengambil alih suplai tenaga listrik ke beban ataupun sebaliknya maka diperlukan sistem kontrol yang dapat bekerja secara otomatis untuk menjalankan genset saat terjadi pemadaman dari PLN. Kontrol otomatis tersebut biasanya disebut Automatic Transfer Switch (ATS) dan Automatic Main Failure(AMF) atau sistem interlok PLN-Genset.

Akan tetapi ditinjau dari segi ekonomis, modul AMF buatan pabrik harganya mahal. Hal ini disebabkan karena alat tersebut didesain khusus untuk keperluan AMF. Oleh sebab itu sebagai alternatif, dalam proyek akhir ini akan didisain modul AMF dan ATS menggunakan controller Ladder Diagrammable Logic Control (PLC).

Dari segi ekonomis PLC harganya murah dibandingkan dengan AMF buatan pabrik. Hal ini disebabkan karena PLC didesain untuk keperluan general progress. Sebagai perbandingan, harga AMF buatan pabrik berkisar antara Rp 10.000.000, s/d Rp 20.000.000, sedangkan dengan harga PLC Rp 1.000.000, kita sudah dapat mendesain AMF.

Selain itu bentuk pemograman dan fungsinya lebih simple, yang telah dilengkapi dengan berbagai kelebihan dan keunggulan sehingga memungkinkan alat ini dapat diandalkan sebagai perangkat otomatis. PLC pada dasarnya mempunyai fungsi tunggal yaitu, sebagai pengganti kerja relay atau kontaktor. Karena kemampuan controller tersebut untuk menangani berbagai permasalahan kontrol. Sehingga memungkinkan perangkat tersebut mempunyai kemampuan aplikasi yang luas, baik di bidang industri, perkantoran maupun rumah tangga. Saat ini banyak pilihan untuk pengadaan unit genset sebagai alternatif selain membeli yaitu dengan merental genset.

No comments:

Post a Comment