Tuesday, July 5, 2011

Sistem Starting Pada Genset Mesin Diesel



Sistem starting atau menghidupkan pada mesih genset diesel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
 
Manual
System start ini biasanya hanya digunakan pada mesin genset yang dayanya relative kecil, cara menghidupkannya dengan menggunakan penggerak engkol, jadi system ini bergantung pada faktor manusia sebagai operatornya.
 
Start Elektrik
System ini biasanya digunakan oleh mesin genset yang dayanya sedang, system ini menggunakan motor dengan sumber listriknya dari baterai atau accu dengan kekuatan 12 sampai 24volt untuk menghidupkannya. Cara kerjanya saat dinyalakan motor DC mendapatkan suplai listrik dari baterai atau accu yang lalu menghasilkan torsi yang dipakai menggerakkan mesin sampai mencapai putaran tertentu. Karena arus listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan motor DC maka digunakan Dinamo sebagai generator DC, pengisian ulang baterai atau menggunakan battery charger. Pada saat disel tidak bekerja maka suplai listrik charger didapat dari PLN, ketika diesel bekerja maka suplai listrik di dapat dari generator. Pengaman tegangan berfungsi untuk memonitor tegangan apabila baterai sudah mencapai tengangan standar 12-24V maka secara otomatis hubungan baterai charger dan baterai akan diputus oleh pengaman tegangan.
 
Start Kompresi
sistem ini biasanya digunakan oleh mesin genset yang dayanya besar, menggunakan motor dengan udara tekanan tinggi untuk start mesin diesel, cara kerjanya dengan menyimpan udara di dalam suatu botol udara kemudian udara tersebut di kompresi menjadi udara panas dan solar dimasukkna ke dalam fuel injection pump. Akibatnya terjadi pembakaran, pada saat tekanan turun pada batas minimum yg dibutuhkan maka kompresor secara otomatis akan mulai menaikkan tekanan udara di dalam tabung hingga mencukupi untuk menyalakan mesin diesel.