Tuesday, July 5, 2011

Sistem Pengamanan Pada Genset


Hidup di Jakarta kita sering mengalami yang namanya pemadaman listrik pada saat itu terjadi ada baiknya jika kita mempunyai genset yang dapat digunakan pada saat mati lampu untuk melanjutkan kegiatan kita seperti biasanya. Agar genset dapat bekerja dengan maksimal pada saat dibutuhkan kita harus menjaga dan merawatnya, selain itu kita juga harus tau system pengamannya, system pengamannan pada genset yang baik harus bisa bekerja dengan cepat dan tepat dalam mengatasi gangguan agar tidak sampai terjadi kerusakan yang fatal, proteksi pengamanan system genset pada genset dibagi menjadi 2 bagian:
  
Pengaman Alarm
Digunakan agar membritahu operator jika terjadi kerusakan dan sesuatu yang tidak normal pada mesin genset, agar operator segera melakukan tindakan.
 
Pengaman Trip
Berfungsi sebagai sebagai trigger untuk mematikan mesin genset secara paksa dan otomatis jika terjadi sesuatu yang tidak normal pada system. Ada beberapa macam jenis pada system pengamanan trip, contoh:
-Temperatur air pendingin tinggi
- Emergency Stop
-Tekanan minyak pelumas rendah
-Reverse power
-Overspeed ( Putaran lebih)

Grounding 
Sistem pertanahan: Pertanahan atau system grounding untuk suatu titik pada penghantar arus pada system, yang menjadi titik netral pada suatu mesin.

System pertanahan peralatan: atau grounding untuk peralatan system yang tidak membawa arus dari system. Misal: kabel, kerangka mesin dll.

Relay Pengaman
Relay pengaman pada genset dibagi menjadi 4 bagian, yaitu?
 
Relay Tegangan Lebih: bekerja apabila tegangan yang dihasilkan genset melebihi batasnya
 
Relay Difrensial: bekerja atas dasar perbandingan arus lilitan stator dan arus yang mengalir pada hantaran menuju jarring-jaring
 
Relay Daya Listrik: berfung untuk mendeteksi aliran daya aktif yang masuk ke genset
 
Relay Areus Lebih: digunakan untuk melindungi motor dan perlengkapan pelengkap motor dari kerusakan akibat daya arus lebih dan hubungan daya singkat, biasa disebut TOLR (Thermal Overload Relay

Sekering
Yang berfungsi untuk melindungi peralatan listrik dari hubungan singkat, jika dilewati arus yang berlebih maka sikring akan meleleh (putus)