Monday, August 8, 2016

Memahami Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro atau PLTMH

Rental Genset - Energi listrik memiliki fungsi penting dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Umumnya, desa terpencil yang memiliki energi potensial   air, dapat memanfaatkan energi ini untuk mengkonversi ke energi listrik dengan menggunakan tenaga air pembangkit tenaga listrik mikro. Masih banyak di beberapa daerah di Indonesia tidak ada pasokan energi listrik dari PLN, tapi banyak di daerah tersebut memiliki potensi untuk membangun pembangkit listrik  mikro hidro.
Untuk mendukung beroperasinya pembangkit listrik mikro hidro sangat perlu dilakukan pemilihan  generator yang  kompatibel harus  dilakukan  dalam  pembangunan pembangkit  listrik  ini,  dengan  perbandingan  sinkron  dan  asincron  pembangkit.  Selain  itu,  kondisi  lingkungan yang  terdiri  dari  kepala  air  dan  debit  telah  dihitung,  sehingga  jenis  pembangkit  kompatibel pembangkit  ini sinkron Generator 1 fasa dengan kapasitas 10 kW.

PLTMH adalah pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air sebagai media  utama untuk  penggerak turbin dan genset. Tenaga mikro hidro berskala daya yang dapat dibangkitkan antara 5 kW hingga 50 kW.

Proses konversi energi yang terjadi di PLTMH adalah energi mekanik dari kecepatan dan tekanan air menggerakan turbin air dan generator listrik hingga  menghasilkan energi listrik.


Air yang mengalir  dengan  kapasitas  tertentu disalurkan  dengan  ketinggian  tertentu melalui pipa pesat menuju rumah instalasi (powerhouse). Di  rumah instalasi, air tersebut akan menggerakkan turbin sehingga menghasilkan energi
mekanik berupa berputarnya  poros  turbin.  Putaran  poros  turbin ini akan memutar generator sehingga dihasilkan   energi   listrik.

Bagaimana Cara kerja Pengbangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro:
1. Aliran sungai dibendung agar mendapatkan debit  air (Q) dan tinggi jatuh air   (H), kemudian air yang dihasilkan disalurkan melalui saluran penghantar air menuju kolam penenang

2. Kolam penenang dihubungkan dengan  pipa pesat,  dan  pada  bagian  paling  bawah  di pasang turbin air.

3. Turbin  air  akan  berputar setelah mendapat tekanan   air   (P),   dan perputaran   turbin dimanfaatkan   untuk   memutar   generator. Kedua    alat    ini    diletakkan    di    rumah pembangkit (power house).

4. Setelah berputar, maka   generator   akan menghasilkan arus listrik,  yang  dikirim  ke konsumen melalui saluran distribusi.

5. Air  yang  mengalir  setelah  menggerakkan generator diarahkan ke saluran pembuang.

Untuk memastikan instalasi ini dapat bertahan lebih lama dan dapat memberikan hasil optimal, maka perlu dipilih jenis dan tipe generator yang sesuai dengan keluaran daya yang dibutuhkan. Selain itu lakukanlah perawatan genset secara disiplin dan teratur,

No comments:

Post a Comment