Thursday, January 10, 2013

Penemu Generator tanpa BBM Asal Malang

Sewa Genset-Slamet Hariyanto(53), warga Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang seorang tukang servis dinamo telah menemukan penghasil energi listrik baru yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Hampa (PLTH).

Pak Slamet Hariyanto alias Pak Embing/Mbah embing ini membuat generator listrik dengan memanfaatkan karbon padat yang dihasilkan dari pembakaran batok kelapa hingga menjadi abu. Karbon ini kemudian dipasang di panel-panel kaca yang kemudian dihubungkan dengan aki, trafo dan kapasitor. Prinsip kerjanya milik dengan prinsip batere, yaitu menyimpan energi untuk diubah jadi daya listrik. Dan hanya butuh satu komponen yang dibeli dari pasar untuk membuat pembangkit listrik ciptaannya tersebut. Yaitu kapasitor seharga Rp. 850 ribu, sisanya memanfaatkan barang bekas pakai.


Meski hanya lulus SD dan sedikitpun tidak punya bekal akademis jurusan teknik kelistrikan ini, Slamet dapat menciptakan pembangkit yang lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar minyak. Alatnya pun tidak berisik dan tidak menyisakan limbah. Semua itu berkat keteguhan dan perenungan dirinya tentang masa depan kelistrikan, ia pun melakukan serangkaian inovasi.

Keberhasilan Slamet inilah, yang membuat Menteri BUMN Dahlan Iskan tertarik dan mendukung pengembangan PLTH ciptaan Slamet. Senin (23/7/2012) lalu, Dahlan Iskan menghubungi Slamet dan ingin memesan alat ini untuk rumahnya di Surabaya.

Namun, karna takut dijiplak orang lain, Slamet belum menjual penemuannya secara bebas. Hal tersebut dikarenakan temuan hasil renungannya selama bertahun-tahun itu masih belum mendapatkan Hak Paten. Lebih dari itu, rumus spektakuler dalam cara kerja kelistrikan PLTH buatan warga Pujon itu akan dijiplak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Butuh riset sejak tahun 1997. Baru kemudian tahun 2008 saya coba buat. Hasilnya, ternyata bagus dan berhasil,” kata Slamet.

Ditambahkan Mbah Mbing, khusus pembuatan alat PLTH dengan 1 fuse, hanya memerlukan biaya Rp.5 juta per unit. Sedang pembuatan PLTH dengan 3 fuse, bisa menghabiskan dana sebesar Rp.15 juta per unitnya. "Seluruh pembuatan alat ini menggunakan barang bekas. Yang baru hanya kapasitornya saja," pungkas Mbah Mbing yang sehari-hari, juga menerima pekerjaan service dinamo di rumahnya.

Selain itu, kelebihan PLTH ini selain tanpa BBM, PLT Hampa ini bekerja tanpa mengeluarkan suara dan bisa bekerja selama 24 jam sehingga bisa menghidupkan lemari es atau Kalau mati, maka harus dipancing lagi dengan aki.

Bupati Malang Rendra Kresna yang kemarin mengunjungi Slamet, berjanji akan membantu Slamet untuk mematenkan PLTH buatannya. Pemkab Malang akan membantu mematenkan karya Pak Embing. Kalau nanti bisa diproduksi massal dengan harga murah, Kabupaten Malang juga bisa memanfaatkan untuk menerangi sejumlah dusun yang belum diterangi listrik.